Oriflame mengajak saya mendatangi tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi!

Ikuti pengalaman saya bersama Oriflame di blog ini.

Kekuatan Oriflame terletak pada produknya yang berkualitas

Baca ulasan saya tentang produk-produk Oriflame di blog ini.

Para konsultan Oriflame dibekali berbagai jenis training

Bergabung dan rasakan sendiri, bagaimana Oriflame bisa mengubah hidup Anda.

Produk Oriflame berkualitas tinggi dengan harga terjangkau

Skema penjualan langsung Oriflame memungkinkannya menjual produk berkualitas dengan harga terjangkau. Cari tahu di sini bagaimana caranya!

Penghargaan atas prestasi

Segala jerih payah di Oriflame selalu dibalas dengan penghargaan yang sepadan.

Kamis, 01 September 2016

Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI.

'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’
Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame?
Saya sering.. :-)
Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam..
Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level lalu mencap diri gagal, ada yg jaringannya gak berkembang lalu bilang gagal.. dan macam-macam lainnya..
Ending dari ‘kegagalan’ mereka semua sama, akhirnya memutuskan gak lanjut lagi di oriflame..
Yg tadinya jualan, gak lagi nyebarin katalog. Takut pada hutang lagi, gagal dapat untung deh nanti..
Yg tadinya semangat ngajakin orang buat join, gak lagi ngomongin oriflame sama teman-temannya. Khawatir ditolak lagi, gagal deh prospek..
Yg tadinya ngejar level, nggak lagi perduli dengan perhitungan poin. Ngerasa percuma juga ngitungin poin tiap hari, level-nya gak maju-maju..gagal maniing-gagal maniing..
dst..
Hey, come on, coba liat deh.. apakah iya sebenarnya mereka itu GAGAL?
Yg jualan tadi, bukan jualannya yg gagal, tapi dia memilih cara berjualan yg kurang tepat. Yg namanya proses jual-beli kan sebaiknya ada barang ada uang. Kalau sistemnya hutang, jelas modal gak muter. Kalau akhirnya gak dapat untung dan malah buntung gara-gara sistem jualan yg gak tepat ini, bukan gagal kok namanya.. Masalahnya hanya kurang cermat memilih cara.
Yg keseringan ditolak, bukan gagal prospek kok. Cuma kurang aja nawarin bisnis ini ke banyak orang. Baru juga ditolak 10 orang kan ya? Cari deh 100 penolakan.. Yakin, pas nyari 100 orang yg nolak tersebut, ada minimal 10 yg akan bilang IYA. Cobain deh.. Masalahnya hanyalah, ‘sudah berapa banyak orang yg kita tawarkan peluang bisnis ini..?’
Yg levelnya mandeg, jaringan gak berkembang..ini juga bukan gagal lho! tapi lagi dikasih kesempatan belajar bagaimana caranya membina jaringan dengan baik dan benar. Cari tau deh, dimana salahnya, dimana kurangnya, bagaimana follow up-nya—sudah tepatkah? Masalahnya hanya apakah kita mau belajar atau enggak membangun bisnis kita ini..
Padahal, saya yakiiiiin sekali..
kalau cara dagangnya diperbaiki, kalau ngajakin orangnya dipersering dan diperbanyak, kalau belajar membangun bisnisnya ditambah, masalahnya pasti teratasi.. PASTI!
Karena ingat, gak ada yg abadi kan di dunia ini? termasuk juga MASALAH!
Gak ada masalah yg abadi.. :-)
Nah, lihat..
Mereka-mereka ini gak gagal kan sebenarnya..
Mereka hanya menemui masalah!
Dan masalah TIDAK SAMA dengan kegagalan!
Tapiiiiii, mereka terlalu cepat menyerah, merasa diri gagal dan akhirnya berhenti menjalankan bisnis oriflame ini.
Ya, mereka yg memutuskan untuk BERHENTI
Lalu saya teringat saat ilna, upline saya membawakan testimoninya di acara Welcome Rally Global Gold Conference 2012 lalu di Stockholm. Dari semua yg dia sampaikan saat itu, ada 1 kalimat yg langsung menancap ke otak saya dan terngiang sampai sekarang, ini katanya:
People don’t lose ini MLM. They QUIT.
THAT’S IT..!!
Benaaaar sekaliii… GAK ada orang yg gagal di MLM.. BELUM pernah ada..
Yg terjadi adalah mereka BERHENTI sebelum kesuksesan dan impian mereka terwujud. Mereka berhenti karena masalah datang. Mereka berhenti karena gagal mengalahkan diri sendiri.. :-)
Karena saat kita memilih untuk berbisnis disini, pilihannya memang hanya dua– sukses atau berhenti sebelum sukses!
Jadi, sekarang memang saatnya memilih..
Maju terus dan berteman dengan masalah-masalah yg ada dan akan selalu ada, untuk meraih impian-impian kita, impian-impian orang tersayang kita?
ataukah..
berhenti karena dikalahkan oleh masalah?
Gagal yang sesungguhnya adalah ketika kita berhenti melakukannya..
Remember..
People don’t lose in MLM. They QUIT.
Do you? :-)

Sabtu, 27 Agustus 2016

Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong?


Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.

Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke seantero jagad. Sebuah prestasi luar biasa yang sebenarnya hanya puncak dari kerja keras yang dibangun sejak lama.

Neil yang mengantongi lisensi pilot di usia 15 tahun ini turut bertempur di Perang Korea sebagai pilot Angkatan Laut. Puluhan misi berbahaya berhasil dijalankannya, sehingga ia dianugerahi sejumlah medali. 

Seusai perang, Neil bekerja sebagai test-pilot. Sebuah pekerjaan yang berbahaya, karena tugasnya menguji coba pesawat-pesawat eksperimental yang belum jelas faktor keamanannya. Neil selamat menjalani pekerjannya ini dan mengumpulkan 2.400 jam terbang dalam 3 tahun.

Prestasi Neil di bidang kedirgantaraan melambungkan namanya hingga dipercaya memimpin misi Apollo 11. Ia akhirnya menjadi orang pertama di dunia yang berjalan di bulan, 20 Juli 1969.

Neil kembali ke bumi sebagai seorang pesohor. Ia kebanjiran surat penggemar dan permintaan tanda tangan. Neil berusaha memenuhi semuanya secara gratis. Belakangan, Neil menemukan sebagian orang menjadikan surat dan benda-benda yang ditandatanganinya sebagai komoditas yang dijual mahal. Ia pun marah karena merasa telah dikomersialisasikan tanpa izin. Neil menyeret mereka ke pengadilan, dan menuntut denda besar. Apakah Neil kemaruk harta? Rupanya tidak. Seluruh uang yang diterimanya disumbangkan kepada yayasan sosial!

Setelah melewatkan masa tua yang tenang, tanggal 25 Agustus 2012 sumbatan di pembuluh arteri menghantarkan Neil Armstrong ke akhir hayatnya.

Kebetulan, bulan Agustus 2012 juga bulan yang cukup penting bagi Armstrong yang satunya lagi, Lance Armstrong. Ia adalah satu-satunya pembalap sepeda di dunia yang berhasil memenangkan Tour de France, ajang perlombaan sepeda bergengsi, 7 kali berturut-turut. Namun bukan hanya prestasi olah raganya yang menjdikan Lance sosok inspiratif.

Menjelang ulang tahunnya yang ke 25, ia didiagnosa kanker yang telah menyebar ke perut, paru-paru dan otak. Batuknya pun sudah dinodai darah. Saat menyarankan kemoterapi, dokter diam-diam pesimis 
dengan kondisi Lance. 

Lance tidak menggubris pesimisme dokter dan serius berobat selama dua tahun, hingga dinyatakan sembuh. Ia langsung kembali berlatih, dan memulai kemenangannya di Tour de France. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2004, Lance tidak pernah absen menyabet gelar juara. 

Lance menginspirasi banyak orang karena keberhasilannya mengalahkan kanker ganas. Lewat Yayasan Livestrong yang didirikannya, ia berkeliling dunia menghimpun dana, menemui pasien-pasien kanker, dan menebarkan semangat untuk terus berjuang.

Di sisi lain, prestasi Lance dibayangi isu tak sedap: DOPING. Sejak 1999, ia dituding menggunakan obat-obatan terlarang untuk mendongkrak performa fisiknya. Lance membantah, dan hasil tesnya pun selalu negatif. Walaupun demikian, pihak pengawas tidak berhenti mengumpulkan bukti.

Bulan Agustus 2012, USADA (Unites States Anti Doping Agency) dan WADA (World Anti Doping Agency) akhirnya punya cukup bukti untuk menyimpulkan: Lance memang positif menggunakan doping. Tidak hanya itu, ia juga terbukti menyuap oknum-oknum pengawas. Itulah rahasianya mengapa hasil tesnya selalu negatif. Hakim mencopot 7 gelar Tour de France dari Lance, serta melarangnya bertanding secara profesional di cabang olah raga mana pun seumur hidupnya.

Kita semua ingin menjadi yang terbaik, dipuji dan dihargai. Sayangnya, terkadang kita terlalu terpaku pada tujuan, namun lalai memperhatikan jalan mana yang kita tempuh.
"Ada banyak jalan menuju Roma", kata pepatah. Demikian pula dengan prestasi: ada jalan berat lewat perjuangan yang jujur, ada pula jalan mudah lewat kebohongan. Sekilas hasilnya nampak sama: prestasi, pujian, dan penghargaan.

Bedanya adalah, prestasi lewat jalan kebohongan sebenarnya hanyalah sebuah ilusi yang sewaktu-waktu akan pergi-dengan cara yang menyakitkan.

Kisah Neil dan Lance semoga mengingatkan kita bahwa seberat apapun jalan kejujuran menuju prestasi, masih lebih ringan--dan jauh lebih mulia-- daripada harga yang harus dibayar untuk sebuah ilusi.

Tulisan oleh Agung Nugroho
Sumber: mbot.wordpress.com


----------

Kalau kita baca cerita tentang dua Armstrong di atas, sebenarnya ini banyak terjadi di bisnis Oriflame kita.

Ada konsultan yang bekerja keras meraih title di Success Plan dengan jujur:
Merekrut hanya mereka yang belum menjadi member, menjual produk sesuai harga katalog, tidak menjadi stokist alias penyetok barang, dll.

Sedangkan di sisi lain, ada konsultan yang 'rajin' sekali membujuk mereka yang sudah member oriflame untuk pindah ke jaringannya, memanipulasi data member agar bisa didaftarkan ulang, membuat orderan palsu demi mengumpulkan poin, dll.

Hasilnya apa?
Kalau dilakukan konsisten (baik konsisten yang baik maupun yang buruk), keduanya akan bisa sama-sama mencapai tujuan, yaitu mencapai title tujuannya di success plan.

Tapi ingat, KODE ETIK dalam sebuah bisnis adalah PENTING. Menjalankan bisnis dengan mengabaikan kode etik akan membawa kita ke tujuan dengan jalan lebih mulus. TAPI ini hanyalah ilusi sesaat, karena saat kode etik dijalankan, maka pencapaian kita akan pergi dengan cara menyakitkan.
TERMINATION, alias dimatikannya nomer konsultan kita.

Apakah kita mau hasil yg kita nikmati lalu harus dihentikan karena pelanggaran kode etik?
Saya sih gak mau ya.
Bayangkan, sudah punya bonus 20 juta sebulan, tiba-tiba Oriflame menyatakan termination karena selama ini kerja kita penuh dengan pelanggaran kode etik.
Ih, sakitnya tuh disiniiii.. *tunjuk dada*
Amit-amit ya.

Karenanya, yuk budayakan selalu kerja jujur sesuai kode etik oriflame. Karena hasil yg kita nikmati lebih panjang dibandingkan hasil pencapaian dengan cara melanggar kode etik.
Kita maunya kan bisnis oriflame ini bisa dinikmati sampai 20, 30, 40 tahun berikutnya, bahkan teruuuuus bisa diwariskan kepada anak dan cucu kita.
Ingat, bisnis ini bisa diwariskan. Maka kerjakanlah dengan jujur, karena kita bekerja tidak hanya saat ini, tapi juga untuk nanti masa depan anak-cucu kita.

Kini, tinggal pilih, mau jadi Armstrong yang mana?
Neil atau Lance? 

:-)

Kamis, 25 Agustus 2016

Bangga Jualan, Sekarang Juga!


"Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah.

Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gue lagi nganggur nih. Ada lowongan nggak?"
Sayangnya di kantor lagi nggak ada lowongan yang cocok buat dia, maka gue pun mencoba mengajukan solusi, "Di kantor sih nggak ada, tapi kalo mau join Oriflame, ayo."
Responnya cepet, "Idih, jualan ya? Nggak deh. Ogah."

Di kesempatan berbeda, teman yang lain cerita, bahwa dia prihatin ngelihat kehidupan salah satu kerabatnya. Rumahnya di Depok, kerjanya di sebuah pabrik home industry di Tangerang, gajinya lebih kecil dari Pasukan Oranyenya Ahok, anak banyak. Temen gue ini nawarin, "Lu kan jago bikin bakso. Mau nggak gue modalin jualan bakso? Hasilnya bisa jauh lebih gede dari gaji lu sekarang, lho."
Jawaban sang kerabat, diiringi sebuah senyum simpul, sangatlah keren: "Hm, nggak usah deh. Kasihan anak-anak kalo lihat bapaknya jualan..."

Dua contoh kasus ini mewakili pemikiran banyak banget orang yang gue kenal: bahwa pekerjaan sebagai penjual adalah pekerjaan 'hina', kalah gengsi dibanding pekerjaan support seperti planning, finance, HRD, legal, atau risk management.

Benarkah demikian?

Perspektif paling gamblang tentang profesi menjual gue dapat di kantor gue sebelum ini. Waktu itu di hadapan para tenaga penjual terbaik nasional, Pak Direktur bilang, "Di sini, saya adalah KEPALA PELAYAN. Tugas saya melayani Anda semua, agar bisa bekerja lebih baik, menjual lebih banyak. Orang-orang yang berdiri di belakang saya ini," Pak Direktur menunjuk deretan Kepala Divisi yang berjejer di panggung, "Bertugas membantu saya, untuk membantu Anda. Karena apa? Karena saya, dan semua orang yang ada di kantor pusat, hanya NEBENG, NUMPANG HIDUP dari hasil penjualan, dari kerja keras Anda semua. Anda yang bawa masuk uang untuk perusahaan. Kalau jualan Anda bagus, perusahaan maju. Kalau Anda nggak jualan, bubar kita semua."

Pesan Pak Direktur adalah: tenaga penjual adalah penentu nasib sebuah perusahaan. Bahkan, nasib sebuah negara.

Bayangin kalo pada suatu hari, tiba-tiba seluruh penjual memutuskan berhenti jualan, baik karena 'takut dilihat anak', 'bosen', atau sekedar 'malu jualan'. Apa yang akan terjadi? Ibu-ibu nggak bisa masak, karena tukang sayur nggak lewat dan pedagang pasar tutup semua. Mau belanja di minimarket? Lha minimarketnya juga tutup, kan pegawainya juga malu jualan. Ribuan kendaraan terdampar di jalanan, mogok kehabisan bensin karena nggak ada yang jual bensin. Barang-barang di pabrik numpuk, karena nggak ada yang jualin. Bahkan dalam beberapa hari, mesin pabrik terpaksa dimatiin karena kekurangan bahan baku. Habis gimana, nggak ada yang jualan bahan baku. Toko nggak buka, pabrik nggak beroperasi, nggak ada transaksi jual beli, maka nggak ada pemasukan pajak buat negara. Negara bangkrut. Semua kekacauan ini bisa terjadi gara-gara satu profesi doang mogok: penjual.


Sekali lagi ya: orang-orang kantoran back office, tim support, para manager, kepala wilayah, direktur, CEO, hingga menteri dan presiden, pada prinsipnya cuma nebeng hidup dari kerja kerasnya para penjual. Jadi sungguh aneh dan terbalik kalo mereka merasa keren dan menuding pekerjaan penjual hina.

Ibaratnya begini nih:

Bedul lagi kehujanan di pinggir jalan, nunggu bis nggak lewat-lewat, mau naik taksi nggak punya ongkos, tiba-tiba Yono yang lagi naik mobil berhenti.

"Hei, nebeng aku aja yuk sini!"kata Yono.

Maka Bedul nebeng mobil Yono, terhindar dari hujan, hemat ongkos, nyaman tinggal duduk manis disetirin, dan yang terlintas di benaknya malahan, "Kasihan ya si Yono, harus nyetir kayak supir. Gue dong enak, tinggal duduk, lebih bergengsi dan terhormat."

Ada yang aneh?

Ya, pemikiran si Bedul terbalik.

Dia cuma nebeng, numpang. Yono lebih berperan menentukan nasib mereka. Kalo tiba-tiba Yono nyetir ugal-ugalan trus nabrak, Bedul ikutan bonyok. Kalo di tengah jalan Yono memutuskan bosen ngelihat muka Bedul, dan memutuskan nurunin Bedul di tengah jalan, Bedul nggak berhak protes. Setergantung itu, jadi aneh kalo ujug-ujug Bedul ngerasa lebih keren dari Yono.

Buat kalian, para penjual yang lagi berjuang di lapangan, mungkin kepanasan, kehujanan, atau dianggap kurang keren dan kurang gengsi, tulisan ini untuk kalian. Semoga kalian tetap bangga dengan profesi ini, tetap konsisten berjuang, karena mengerti bahwa penghargaan itu datang dari prestasi, bukan cuma gengsi.

Agung Nugroho
mbot.wordpress.com

===
Foto: Joe Girard, salesman mobil pemegang rekor Guinnes Book of Record sebagai penjual mobil terbanyak sepanjang masa. Baca kisah hidupnya di sini.

Mau bergabung jadi anggota tim penjual Ida? Silakan isi form berikut:


INFO LEBIH LANJUT

  • Nama
  • Email
  • Telpon
  • Darimana Anda Tahu Web ini?

aweber

Rabu, 24 Agustus 2016

Kerja Oriflame itu seperti apa sih?

Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!"

Setelah akhirnya aku join Oriflame dan nyemplung langsung di dalamnya, barulah aku ngerti bagaimana sebenarnya kerja Oriflame itu.

Jadi, saat join Oriflame kita bisa memilih untuk jadi:
1. Pemakai produk, untuk menikmati diskon minimal 23%
2. Penjual produk, untuk mendapatkan keuntungan langsung 23%
3. Pebisnis MLM, untuk mendapatkan bonus bulanan beserta jenjang karir dan reward mobil, rumah, serta perjalanan ke luar negeri.

'Kerja Oriflame' disini yang aku akan jelaskan adalah yang dilakukan oleh mereka-mereka yang join Oriflame sebagai seorang PEBISNIS MLM yaaa..

Oriflame adalah tentang MENJUAL


Oriflame ini MLM murni, artinya perusahaan dapat keuntungan dari penjualan produk. Maka tugas utama para member Oriflame adalah menghasilkan penjualan.

Yang joinnya hanya ingin jadi pemakai,
diharapkan bisa rutin membeli produk Oriflame untuk dipakai sendiri. Artinya terjadi penjualan dari Oriflame terhadap member itu sendiri.
Manfaat untuk member: diskon minimal 23% dari harga katalog.

Yang joinnya hanya ingin jadi penjual,
diharapkan bisa rutin menjual produk Oriflame kepada sebanyak mungkin orang. Artinya terjadi penjualan dari Oriflame terhadap masyarakat, dengan member sebagai perantaranya.
Manfaat untuk member: margin keuntungan 23%.

Yang joinnya ingin jadi pebisnis MLM,
diharapkan memakai produk Oriflame, menjual produk Oriflame, dan mengajak sebanyak mungkin orang untuk menjadi member Oriflame, baik sebagai pemakai, penjual atau pebisnis juga. Artinya terjadi penjualan yang lebih banyak karena dilakukan bersama-sama dalam sebuah tim, dan keuntungan lebih besar pula untuk Oriflame. Itulah sebabnya, jenis hadiah dan bonus yang menanti seorang pebisnis jauuuuh lebih banyak!

Bagaimana Cara Menjual di Oriflame?

Katalog adalah SENJATA UTAMA.
Contoh halaman depan katalog Oriflame.







Setiap bulannya aku beli minimal 20 katalog.
Katalog-katalog ini aku sebarkan ke teman-teman, tetangga, tukang buah langganan, tukang fotokopi langganan, dibawa suami ke kantor, pokoknya ke mana aja supaya katalog-katalog ini ada yg ngeliat dan tertarik untuk order produk didalamnya.

Sehari-dua hari kemudian biasanya aku hubungin kembali untuk tanya:
Apakah sudah liat-liat katalognya?
Ada yang mau dipesan atau enggak?
Kalau ada yg mau diorder aku akan catat pesanannya. Kalau gak ada pun ya gak apa-apa. Katalog yg aku sebarkan dan sudah diliat-liat tersebut aku ambil kembali untuk aku tunjukkan ke orang-orang baru lainnya. Jadi selama sebulan katalog akan terus berpindah tangan ke sebanyak mungkin orang untuk mendapatkan orderan.

contoh orderan yg aku dapatkan.
Aneka keperluan kamar mandi, perawatan tubuh, dan make up.

Hasilnya, orderan gak pernah kurang.
Ya namanya 20 katalog disebar ke sebanyak mungkin orang kan? Pasti ada aja nyangkut orderan. Misalkan dari 1 katalog dapat orderan minimal 50rb aja nih, dari 20 katalog tersebut artinya aku bisa dapat total:
50rb x 20 katalog = 1 juta.
Sebagai member aku dapat keuntungan 23% dari penjualan tersebut.
Artinya sekitar 230rb masuk kantong.
Yeaaaay! Lumayan banget!

Eh tapi itu baru keuntungan dari penjualan langsung lho. Masih ada keuntungan lain yang aku dapatkan sebagai pebisnis MLM. Yuk simak terus!

Bagaimana Cara Kerja Sebagai Pebisnis MLM Oriflame?

MLM sangat dekat dengan istilah merekrut, mengajak orang menjadi anggota di team Oriflame kita. Maksudnya apa?
Supaya semakin banyak orang yang bisa sama-sama memakai dan menjual produk Oriflame.

Di Oriflame, merekrut orang baru tidak menghasilkan uang.
Jadi, merekrut 1.000 orang, bahkan 1.000.000 orang sekali pun, tapi tidak ada satupun dari mereka yang memakai/menjual produk Oriflame, maka tidak akan ada bonus bagi kita. Kalau mau dapat bonus, kita harus merekrut teman baru dan mengajarinya mengenal produk Oriflame. Dengan demikian, mereka bisa mulai memakai dan merekomendasikan produk kepada orang lain, sehingga terjadilah penjualan.

Bonus pebisnis MLM Oriflame ditentukan dari jumlah penjualan pribadinya PLUS penjualan para anggota tim.

Saat kita sendirian, berapa banyak sih kita bisa menjual?
Katakanlah 1 juta, 2 juta, 3 juta, atau bahkan 5 juta.
Seseorang yang saat join memutuskan sebagai penjual bisa sih menghasilkan omset penjualan hingga di atas 5 juta sebulan. Dengan keuntungan 23%, artinya dia mendapat penghasilan Rp1.150.000. Tapi ya mungkin hanya sebesar itu batasnya.

Nah, dengan mempunyai tim, maka kita menjual secara bersama-sama!
Begini ilustrasinya--
Sendirian katakanlah kita mampu menjual 1 juta dalam sebulan.
Kalau kita punya 2 anggota team yang juga bisa menjual masing-masing 1 juta/bulan, artinya bertiga kita bisa menghasilkan penjualan sebesar 3 juta/bulan.
Bayangkan kalau kita punya 10 anggota team yg masing-masing bisa menjual 1 juta/bulan. Artinya kan penjualan dalam team kita ada 10 juta/bulan.
Nah hitunglah sendiri berapa banyak penjualan bisa dikumpulkan kalau kita punya 20, 30, 100 , 500 dst anggota di dalam team Oriflame kita kan?

Semakin banyak orang bergabung di dalam team kita yg kita ajarkan menjual, maka semakin besar pula total penjualan.
Inilah INTI dari merekrut. Memperbanyak Sales Force. Alias memperbanyak tenaga penjualan.
Ingat lagi, Oriflame ini tentang MENJUAL kan ya.

Maka bisnis Oriflame kita terbangun saat tim kita secara terus menerus bisa menghasilkan penjualan yang baik dan meningkat jumlahnya dari bulan ke bulan berikutnya.
Dari angka total penjualan inilah yang nantinya Oriflame akan menghitung bonus bulanan yg bisa kita dapatkan. Ada tabel bonus untuk penjualan kita.

Inilah yang disebut Success Plan Oriflame:

Success Plan Oriflame.


Untuk perhitungan bonus, penjualan kita oleh Oriflame dihitung bukan dalam rupiahnya melainkan dalam bentuk BP (Bisnis Poin) atau biasa disebut sebagai POIN.

Jadi begini:
Setiap produk oriflame yg kita beli ada poinnya.
Saat ini, 1 poin setara dengan kurang lebih 7.000 rupiah. (Agustus 2016).

Contoh jelasnya seperti berikut ini ya:



Ini adalah Lipstick seri The One.
Harga katalognya 119.000
Harga member 91.500

Sebagai member kita dapat diskon 23%, jadi konsumen membayar kita dengan harga katalog dan kita membayar ke Oriflame dengan harga member.

Ada selisih harga 119.000 - 91.500 = 27.500, inilah yg disebut keuntungan langsung yg bisa masuk kantong kita. Semakin banyak kita menjual maka semakin banyak keuntungan yg kita dapatkan. Asyik kan?

Nah, perhatikan harga member 91.500 ini.
Harga inilah yg dihitung untuk poin.
1 poin adalah 7000 rupiah, maka lipstick ini mempunyai poin:
91.500 : 7000 = 13 poin.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kok poinnya dihitung bukan dari harga katalog?
Karena, yang kita bayarkan ke Oriflame adalah senilai harga member, maka perhitungan poin pun diambil dari harga member.

Cukup jelas kan ya.

Jadi semua penjualan kita dalam sebulan akan dihitung dalam bentuk poin.





Contoh lagi yaaaa--
Aku mengajak Ani dan Susi untuk bergabung dalam timku. Artinya sekarang kami bekerja bersama mengumpulkan poin.

Misalkan penjualan aku pribadi dalam sebulan adalah 1 juta.
Maka poin pribadi yg aku dapatkan adalah:
1.000.000 : 7000 = 142 poin.

Ani dan timnya berhasil menjual 500 ribu.
Maka poin tim Ani adalah:
500.000 : 7000 = 71 poin

Susi dan timnya berhasil menjual 300 ribu
Maka poin tim Susi adalah:
300.000 : 7000 = 42 poin

Dengan demikian poin tim aku adalah:
poin pribadi + poin tim Ani + poin tim Susi
142 + 71 + 42 = 255 poin.

Mari kita liat tabel Success Plan lagi ya:


Lihat level paling bawah.
255 poin ada di antara angka 200 dan 599 poin, dengan demikian aku ada di level 3%.

Inilah level pertama di jenjang karir Oriflame.
Bonus bulanannya belum terlalu besar, masih di bawah 100rb. Tapi lumayan banget lhoo, ini di luar keuntungan menjual ya.

Ssssssttt..bonus aku di bulan pertama dulu 44rb lho.
Alhamdulillah sekarang sudah beratus kali lipat.

Begitulah seterusnya jika ingin naik lagi ke level selanjutnya dari jenjang Success Plan ini ke level 6%, 9%, 12% dan seterusnya.
Perbanyak anggota team kita, lalu sama-sama kita melakukan penjualan, semakin besar angka penjualan grup maka artinya poin di dalam grup pun semakin besar.
Semakin besar poin artinya level semakin tinggi.
Semakin tinggi level artinya semakin besar pula bonus yang bisa kita dapatkan.

JUAL.
Dapatkan keuntungan 23%.
Dapatkan POIN.
Kumpulkan poin.
AJAK teman untuk bergabung.
Lakukan penjualan bersama-sama.
Kumpulkan poin LEBIH BANYAK.
Raih LEVEL di Success Plan.
Ini semua dilakukan per bulan.

Begitu kira-kira kalau dituliskan secara singkatnya.
Sederhana sekali sebenarnya Oriflame ini.

----------

Jadi teman-teman, inilah pekerjaan dasar kami di Oriflame.
MENJUAL.
Lalu menjual lebih banyak lagi bersama anggota team. Baik yg sebagai pemakai maupun sebagai penjual.

Hal inilah yang kemudian dibuatkan target bulanannya.
Dibuatkan rencana untuk mencapai target tersebut.
Melakukan follow up harian dan mingguan.
Lalu evaluasi apa yang harus dilakukan terhadap target tersebut.

Bukan hal yang rumit dan njelimet.
Sesederhana mencari ide dan memikirkan bagaimana caranya supaya bisa menjual banyak setiap bulannya.

Soal lebih lanjut mengenai Success Plan dan bagaimana caranya supaya bisa punya penghasilan hingga puluhan juta setiap bulan, training apa saja yang biasanya dilakukan, bagaimana menentukan target dan rencana kerja, dll, akan saya tuliskan lain waktu di postingan tersendiri ya.

Kalau teman-teman ada yang masih belum mengerti soal penjelasan di atas, silahkan untuk bertanya. Dengan senang hati akan saya jelaskan.
Boleh melalu email ke khalida.nugroho@gmail.com.
Boleh ke WA 08157114356
Boleh juga tuliskan saja di kolom komen di bawah ini.

Insyaa Allah akan saya jawab dengan senang hati.

Semoga mencerahkan yaaaa...

INFO LEBIH LANJUT

  • Nama
  • Email
  • Telpon
  • Darimana Anda Tahu Web ini?

aweber

Selasa, 23 Agustus 2016

Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih

Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu:
1. Susu Pembersih
2. Toner

Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Oriflame punya sebuah alat yang bernama Skin Pro. Sikat muka bertenaga batre ini digunakan untuk mencuci muka dengan sabun. Menggunakan alat ini, kebersihan kulit bisa sampai 5x lebih optimal. Tonton videonya untuk penjelasan lebih lengkap ya!

Senin, 22 Agustus 2016

Edukasi MLM untuk Abang Gojek

Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya.

Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. Terus dia mulai tanya-tanya deh soal Oriflame. Abang Gojeknya dulu mantan pebisnis MLM, jadi dia sedikit mengerti tentang cara kerjanya. Saatnya bercerita tentang peluang bisnis Oriflame kepada abang Gojek! Dengerin deh obrolanku yang sengaja kurekam!

Minggu, 21 Agustus 2016

Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame

Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya!



Bonus:

Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya di teras rumah.