Sabtu, 27 Agustus 2016

Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong?


Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.

Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke seantero jagad. Sebuah prestasi luar biasa yang sebenarnya hanya puncak dari kerja keras yang dibangun sejak lama.

Neil yang mengantongi lisensi pilot di usia 15 tahun ini turut bertempur di Perang Korea sebagai pilot Angkatan Laut. Puluhan misi berbahaya berhasil dijalankannya, sehingga ia dianugerahi sejumlah medali. 

Seusai perang, Neil bekerja sebagai test-pilot. Sebuah pekerjaan yang berbahaya, karena tugasnya menguji coba pesawat-pesawat eksperimental yang belum jelas faktor keamanannya. Neil selamat menjalani pekerjannya ini dan mengumpulkan 2.400 jam terbang dalam 3 tahun.

Prestasi Neil di bidang kedirgantaraan melambungkan namanya hingga dipercaya memimpin misi Apollo 11. Ia akhirnya menjadi orang pertama di dunia yang berjalan di bulan, 20 Juli 1969.

Neil kembali ke bumi sebagai seorang pesohor. Ia kebanjiran surat penggemar dan permintaan tanda tangan. Neil berusaha memenuhi semuanya secara gratis. Belakangan, Neil menemukan sebagian orang menjadikan surat dan benda-benda yang ditandatanganinya sebagai komoditas yang dijual mahal. Ia pun marah karena merasa telah dikomersialisasikan tanpa izin. Neil menyeret mereka ke pengadilan, dan menuntut denda besar. Apakah Neil kemaruk harta? Rupanya tidak. Seluruh uang yang diterimanya disumbangkan kepada yayasan sosial!

Setelah melewatkan masa tua yang tenang, tanggal 25 Agustus 2012 sumbatan di pembuluh arteri menghantarkan Neil Armstrong ke akhir hayatnya.

Kebetulan, bulan Agustus 2012 juga bulan yang cukup penting bagi Armstrong yang satunya lagi, Lance Armstrong. Ia adalah satu-satunya pembalap sepeda di dunia yang berhasil memenangkan Tour de France, ajang perlombaan sepeda bergengsi, 7 kali berturut-turut. Namun bukan hanya prestasi olah raganya yang menjdikan Lance sosok inspiratif.

Menjelang ulang tahunnya yang ke 25, ia didiagnosa kanker yang telah menyebar ke perut, paru-paru dan otak. Batuknya pun sudah dinodai darah. Saat menyarankan kemoterapi, dokter diam-diam pesimis 
dengan kondisi Lance. 

Lance tidak menggubris pesimisme dokter dan serius berobat selama dua tahun, hingga dinyatakan sembuh. Ia langsung kembali berlatih, dan memulai kemenangannya di Tour de France. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2004, Lance tidak pernah absen menyabet gelar juara. 

Lance menginspirasi banyak orang karena keberhasilannya mengalahkan kanker ganas. Lewat Yayasan Livestrong yang didirikannya, ia berkeliling dunia menghimpun dana, menemui pasien-pasien kanker, dan menebarkan semangat untuk terus berjuang.

Di sisi lain, prestasi Lance dibayangi isu tak sedap: DOPING. Sejak 1999, ia dituding menggunakan obat-obatan terlarang untuk mendongkrak performa fisiknya. Lance membantah, dan hasil tesnya pun selalu negatif. Walaupun demikian, pihak pengawas tidak berhenti mengumpulkan bukti.

Bulan Agustus 2012, USADA (Unites States Anti Doping Agency) dan WADA (World Anti Doping Agency) akhirnya punya cukup bukti untuk menyimpulkan: Lance memang positif menggunakan doping. Tidak hanya itu, ia juga terbukti menyuap oknum-oknum pengawas. Itulah rahasianya mengapa hasil tesnya selalu negatif. Hakim mencopot 7 gelar Tour de France dari Lance, serta melarangnya bertanding secara profesional di cabang olah raga mana pun seumur hidupnya.

Kita semua ingin menjadi yang terbaik, dipuji dan dihargai. Sayangnya, terkadang kita terlalu terpaku pada tujuan, namun lalai memperhatikan jalan mana yang kita tempuh.
"Ada banyak jalan menuju Roma", kata pepatah. Demikian pula dengan prestasi: ada jalan berat lewat perjuangan yang jujur, ada pula jalan mudah lewat kebohongan. Sekilas hasilnya nampak sama: prestasi, pujian, dan penghargaan.

Bedanya adalah, prestasi lewat jalan kebohongan sebenarnya hanyalah sebuah ilusi yang sewaktu-waktu akan pergi-dengan cara yang menyakitkan.

Kisah Neil dan Lance semoga mengingatkan kita bahwa seberat apapun jalan kejujuran menuju prestasi, masih lebih ringan--dan jauh lebih mulia-- daripada harga yang harus dibayar untuk sebuah ilusi.

Tulisan oleh Agung Nugroho
Sumber: mbot.wordpress.com


----------

Kalau kita baca cerita tentang dua Armstrong di atas, sebenarnya ini banyak terjadi di bisnis Oriflame kita.

Ada konsultan yang bekerja keras meraih title di Success Plan dengan jujur:
Merekrut hanya mereka yang belum menjadi member, menjual produk sesuai harga katalog, tidak menjadi stokist alias penyetok barang, dll.

Sedangkan di sisi lain, ada konsultan yang 'rajin' sekali membujuk mereka yang sudah member oriflame untuk pindah ke jaringannya, memanipulasi data member agar bisa didaftarkan ulang, membuat orderan palsu demi mengumpulkan poin, dll.

Hasilnya apa?
Kalau dilakukan konsisten (baik konsisten yang baik maupun yang buruk), keduanya akan bisa sama-sama mencapai tujuan, yaitu mencapai title tujuannya di success plan.

Tapi ingat, KODE ETIK dalam sebuah bisnis adalah PENTING. Menjalankan bisnis dengan mengabaikan kode etik akan membawa kita ke tujuan dengan jalan lebih mulus. TAPI ini hanyalah ilusi sesaat, karena saat kode etik dijalankan, maka pencapaian kita akan pergi dengan cara menyakitkan.
TERMINATION, alias dimatikannya nomer konsultan kita.

Apakah kita mau hasil yg kita nikmati lalu harus dihentikan karena pelanggaran kode etik?
Saya sih gak mau ya.
Bayangkan, sudah punya bonus 20 juta sebulan, tiba-tiba Oriflame menyatakan termination karena selama ini kerja kita penuh dengan pelanggaran kode etik.
Ih, sakitnya tuh disiniiii.. *tunjuk dada*
Amit-amit ya.

Karenanya, yuk budayakan selalu kerja jujur sesuai kode etik oriflame. Karena hasil yg kita nikmati lebih panjang dibandingkan hasil pencapaian dengan cara melanggar kode etik.
Kita maunya kan bisnis oriflame ini bisa dinikmati sampai 20, 30, 40 tahun berikutnya, bahkan teruuuuus bisa diwariskan kepada anak dan cucu kita.
Ingat, bisnis ini bisa diwariskan. Maka kerjakanlah dengan jujur, karena kita bekerja tidak hanya saat ini, tapi juga untuk nanti masa depan anak-cucu kita.

Kini, tinggal pilih, mau jadi Armstrong yang mana?
Neil atau Lance? 

:-)

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar