Selasa, 19 Juni 2012

Bikin paspor? gampang kok!



Dengan makin banyaknya tiket promo murah untuk jalan-jalan ke luar negeri, tentunya makin bikin orang mupeng alias kepengen buangeet jajal travelling ke luar negeri.
Nah, 'tiket' utama bisa menclok ke luar negeri tentunya kita harus punya paspor.

Duluu, bayanganku punya paspor itu nyusahin, karena ngurusnya ribet, birokrasi panjang, banyak calo dan hal2 nyebelin lainnya. Sampai akhirnya oktober 2011 lalu aku ke Phuket, tentunya kudu punya paspor. Maka mau tak mau aku uruslah itu paspor.
FYI aja nih, aku berangkat ke Phuket besokannya, paspor-ku baru jadi sore hari ini-nya. Hiahahahaha..nekat!

Naaah, apalagi kalau ikutan oriflame yg reward-nya jalan-jalan ke luar negeri melulu kan?
Punya paspor adalah keharusan! hihihihihi..

Pas aku bikin paspor untuk diri sendiri akhir tahun lalu, kantor imigrasi jakarta selatan yg di Mampang lagi dipindahin ke TB Simatupang untuk sementara, dikarenakan kantor di Mampang sedang dalam tahap renovasi. Tapi pas aku ngurusin bikin paspor-nya agung dan rafi kemaren ini, sudah di kantor baru dibangun yg di Mampang. Tempatnya juaaaauuuuh lebih nyaman dibandingin di TB Simatupang dulu.. lebih lega, lebih besar, lebih teratur, lebih adem.. hahahahaha

Jadi, langkah-langkah untuk membuat paspor itu sebenernya sangat amat simpel kok, dan gak ribet sama sekali!
Dari pada 'amal' sama calo sampai hampir sejuta, mendingan urus sediri deh, gampang sekali!

Kedatangan Pertama

Sebelum datang ke kantor imigrasi, pastikan kita menyiapkan ini:
1. KTP asli dan foto kopi 1 lembar. Ini fotokopian-nya jangan kita potong ya, biarkan aja di selembar kertas A4
2. KK asli dan foto kopi 1 lembar
3. Surat Nikah/Akte Nikah asli dan foto kopi bagian depannya (yg ada nama dan foto) 1 lembar (bagi yg sudah menikah tentunya ya)
4. Ijazah terakhir asli dan foto kopi 1 lembar
5. Akte kelahiran/Surat Tanda Lahir asli dan foto kopi 1 lembar
6. Surat Rekomendasi dari perusahaan (buat yg karyawan) asli. Kalau yg ibu rumah tangga kayak aku gini gak perlu surat ini.

Nah, berbekal dokumen2 ini, datanglah ke kantor imigrasi terdekat, lalu ambil nomer antrian untuk pengajuan paspor.
FYI, kantor imigrasi buka mulai dari jam 8 pagi. Pengambilan nomer antrian hanya antara jam 8-11 siang aja. Lebih dari itu ya udah gak bisa ikutan antri, silahkan datang kembali esok hari.. hehehehe..

Setelah ambil nomer antrian, lalu cari koperasi-nya dan belilah map kuning yg berisi form isian pengajuan paspor. Kalau gak salah ini harganya 5000/map deh. Aku kok lupa ya..hihihihi 
Nah, isi deh itu form secara komplit, lalu masukkan semua fotokopian berkas ke dalam map kuning, dan siapkan berkas dokumen yg asli di satu tempat tersendiri. Nantinya petugas akan menyocokkan fotokopian berkas dengan yg aslinya.
Oh ya, jangan lupa di form isian pengajuan paspor itu untuk memilih kolom pengajuan paspor yg 48 halaman ya!Karena ada 2 pilihan yg bisa dicentrang: 24 halaman dan 48 halaman. Paspor 24 halaman itu untuk para TKI, cmiiw.

Duduk deh baik-baik nunggu antrian dipanggil. Sebaiknya datang ke imigrasi gak lebih dari jam 10 untuk ambil nomer antrian. Kenapa? karena kalau lebih dari itu, ntar ngantri-nya keputus istirahat makan siang, males ajah nunggunya kan.. hihihihi
Pengalamanku 2 kali ngurus paspor, antri dari pertama datang ambil nomer antrian sampai dipanggil ke loket pemeriksaan berkas maksimal 2 jam aja kok. Masih masuk akal lah..

Setelah nomer antrian kita dipanggil, silahkan menuju loket, serahkan map kuningnya, dan tunjukkan juga berkas2 aslinya. Kalau semua sudah dianggap lengkap dan lolos screening petugas, maka kita akan dapat selembar kertas yg berisi jadwal untuk melakukan foto dan wawancara. Biasanya itu adalah 2 hari kemudian.
Jadi, selesai urusan di loket pemeriksaan berkas dan dapat kertas jadwal, silahkan pulang baik-baik dan simpan kertas putihnya jangan sampai hilang yak! 


Kedatangan Kedua

Nah, dihari yg ditentukan untuk foto dan wawancara, datang lagi deh ke kantor imigrasinya. Sama seperti kedatangan pertama, ingatlah bahwa pengambilan nomer antrian hanya antara jam 8-11 aja ya. Untuk kedatangan kedua ini, pas mau ambil nomer antrian tunjukkan kertas putih berisi jadwal foto dan wawancara yg dikasih pas pertama datang itu ke petugas nomer antrian. Kenapa? karena jenis nomer antriannya beda. Jadi make sure kita dapatnya antrian foto dan wawancara, bukan dapat antrian yg untuk antri loket pemeriksaan berkas ya!
Oh ya, berkas asli jangan lupa tetap dibawa, karena saat wawancara kadang ada petugas yg iseng nyocokin lagi dengan berkas yg fotokopian.

Duduklah baik2 di kursi tunggu antrian, karena antrian pertama yg akan kita lakukan adalah harus membayar biaya bikin paspor-nya dulu di kasir. Setelah nomer antrian kita dipanggil, silahkan menuju kasir, dan bayarlah biaya resmi pembuatan paspor sebesar Rp 255,000 saja.
Setelah pembayaran dilakukan, simpan baik2 deh itu kuitansi untuk nantinya pengambilan paspor.

Sekarang kemana? 
Dengan nomer antrian yg sama, saatnya mengantri di bagian foto dan wawancara. Biasanya masuknya per 10 orang kok.
Di ruangan foto dan wawancara, tentunya kita akan difoto! *kriuk*
Disarankan tidak memakai baju putih polos. Gak perlu dandan cakep2 juga, karena percuma, di foto paspor tetep aja keliatannya kita gak kece.. ahahahahaha.. heran deh aku juga..hihihihi
Foto paspor juga gak usah iseng terlalu ceria keliatan gigi, langsung disemprit ama petugasnya ntar,
'jangan keliatan gigi!' -- haduuuh, jangan galak-galak maaaasss..mbaaak... huihihihihi

Selesai foto, akan scan sidik 10 jari tangan secara kumplit. Lalu tunggu deh dipanggil lagi untuk wawancara singkat banget.. hihihihi..
Nunggunya juga di ruangan yg sama kok, ada kursi2 buat duduk melipir sebelum diteriakin nama kita untuk wawancara plus verifikasi data ulang. Jadi cuma akan dicek ulang nama, alamat, tanggal lahir, dll. Lalu ditanya basa-basi, mau kemana, dalam rangka apa, dst. Dan terakhir kita tanda tanganin deh tuh bakal paspor kita.

Begitu selesai, petugas akan ngasih tau kita, kapan paspor jadi dan siap diambil. Biasanya seminggu kemudian akan jadinya.


Kedatangan Ketiga

Nah, kedatangan ketiga ini untuk ngambil paspor. Kalau yg ini mah bebas aja datangnya, gak pake acara ambil antrian lagi. Pokoknya sebelum kantor tutup jam 5 sore.
Langsung aja menuju loket yg ada tulisannya 'Pengambilan Paspor', serahkan kuitansi kita, duduk di kursi tunggu, nanti nama kita dipanggil deh buat diserahkan paspornya. Sebagai catatan, pengambilan paspor ini bisa diwakilkan dengan menyertakan SURAT KUASA ya.

Sebelum ninggalin ruangan, kita diharuskan memfotokopi paspor baru tersebut sebanyak 2 lembar, dan mengembalikan fotokopian ke petugas loket. Fotokopi aja di koperasi situ.

DONE!
SELESAI!

Sebagai ilustrasi:
Kalau kita datang pertama hari senin, biasanya jadwal kedatangan kedua untuk foto dan wawancara adalah hari rabu. Artinya paspor akan jadi hari rabu minggu depannya. Total hanya 1,5 minggu aja kok.

Horeeee, punya paspor!
Gampang kan? huihihihihi..
Total biaya gak sampai Rp 300,000 lho!
bandingkan dengan calo yg MINIMAL minta Rp 500,000 bahkan sampai Rp 1,000,000 ajah.. hiiiiii



Bagaimana dengan pengajuan paspor anak?
Sama persis kayak diatas, hanya saja berkas yg disiapkan 2 ya, milik ayah dan ibu. Juga, harus menyertakan surat keterangan orang tua yg menyatakan bahwa benar anak tersebut dalah anak mereka. Surat keterangan ini bisa dibeli di koperasi kantor imigrasi, sudah dibubuhi materai. Harganya 8000 apa ya? lupa aku.
Surat ini harus ditandatangani asli oleh kedua orang tua ya.

Bagaimana dengan pengajuan paspor secara online?
Jadi, kalau ngajuin paspor lewat online, kita akan men-scan semua berkas yg diperlukan ke kolom isian di website imigrasi, lalu nanti akan dapat nomer verifikasi gitu lah ya, buat nanti pas datang ke kantor imigrasi.
Di kantor imigrasi, tetap harus antri seperti yg cara manual, tapi loketnya dibedakan antara yg pemeriksaan berkas manual (foto kopi) dan yg secara online. Selebihnya prosesnya sama. Bedanya cuma: kalau online--berkas disubmit lebih dulu via website imigrasi, kalau cara manual--berkas difotokopi dan dibawa saat ke kantor imigrasi.
Tapiiii, temenku ngalamin, walaupun sudah submit berkas via online, pas datang ke kantor imigrasi tetep disuruh nyerahin fotokopian. Lhaaaaaa, sama aja dong jadinya, malah dobel2 kerjaan.. hihihihi
Jadi, menurutku, kalau memilih untuk mengajukan secara online, gak usah expect terlalu tinggi bahwa bisa lebih singkat dan cepat, karena kenyataannya negara kita belum secanggih itu.. huhuhuhu..



Sedikit catatan tambahan:
1.  cek keseragaman nama kita di semua dokumen, pastikan namanya sama ya di KTP, KK, Akte Kelahiran, Ijazah dan Surat Nikah. karena kalau beda, urusannya jadi agak panjang, kudu ada surat keterangan ina-inu yg menjelaskan hal tersebut.

2. Juga perhatikan yg udah bikin e-KTP. Kalau nomer KTP yg tercantum di KK beda dengan nomer e-KTP, ini juga jadi agak panjang urusannya, karena akan disuruh bikin surat keterangan juga.

3. Kalau kita mau menguruskan paspor anak atau suami atau istri atau siapalah, mereka bisa kok gak ikutan datang pas submit berkas. 
Kayak aku pas urus paspor agung dan rafi, di kedatangan pertama cuma aku aja yg datang untuk submit berkas-berkas. Tapiiiii, form isian harus ditandatangani asli ya sama yg mau bikin paspor. Agung sudah tanda tanganin formnya duluan, lalu dia bisa ngantor baik2, aku yg bantu antriin masukin berkas.
Agung dan Rafi baru datang pas jadwal kedatangan kedua--foto dan wawancara.
Pas pengambilan, aku lagi yg ambilin, dengan membawa surat kuasa yg agung tanda tangani diatas materai.



Petugas imigrasi itu entah kenapa hampir 70%-nya setelan mukanya jutek..hahahahaha
Jadiii, banyak senyum aja dah yak..hihihihihi..
Siapin minuman, cemilan dan buku bacaan buat nunggu antrian biar gak bosen. Bisa beli sih minum disitu, tapi cemilan gak ada yg jual.. hihihihi Ada kantin di bawah, tapi harga cemilannya gak masuk akal, mendingan bawa sendiri.

Saran: untuk bepergian ke negara2 tanpa visa, bikinlah paspor paling tidak sebulan sebelum keberangkatan ya! daripada batal pergi gara2 paspor tau2 jadinya mundur dari perkiraan tho?

Nah, gak ribet thoo bikin paspor?
Hayuklah, rame2 pada bikin, ntar kita jalan2 bareng mariii.. hihihihi



untuk melihat lebih lengkap ttg tata cara pembuatan paspor ini, silahkan langsung menuju sumber-nya di http://www.imigrasi.go.id/ ya!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Foto:
Pas difoto, rafi mengeluarkan default senyuman mautnya yg keliatan gigi, tapi kata om petugas, 
"adeek, giginya jangan keliatan ya!"
Rafi yg taunya cuma tertawa lebar bingung caranya senyum gak keliatan gigi. Hasilnya, liat aja tuh kayak ngeden gitu.. hahahahaha..
Tak ketinggalan rambut keritingnya yg acak adul, karena baru aja lepas helm habis naik ojek! hiahahahaha..
Kan, kubilang juga apa? foto paspor mah jarang yg cakep deeeeh...


Reactions:

0 comments:

Posting Komentar