Jumat, 27 Agustus 2010

Kalau calon prospekan join dengan orang lain..


Belakangan ini ada beberapa downline di jaringanku yg mengeluh seperti ini..

"mbaaaak. keseel.. ada temenku, udah capek2 aku ajakin oriflame, eeeh, malah join ama temenku yg satu lagi yg udah join oriflame juga"

"mbaaaak, aku udah sampe berbusa jawabin pertanyaan dia ttg oriflame, eeh, pas aku follow up, bilangnya udah join sama orang lain!"

"mbaaaak, udah aku jelasin sistem sampe mudeng, eeeh, malah lari ke jaringan orang lain.. nyapek2in aja deh mbak.."

Tenaaang.. tenaaaang.. hehehehe
Sebelum kesel, mari kita tarik nafas dalam2 dan berpikir secara jernih.. :-)
Satu hal yg harus kita ingat adalah, calon member baru berhak untuk memilih siapa yg akan dia jadikan upline.

Lho kok?
Sama halnya kalau kita punya uang modal yg banyak, trus mau mulai cari2 bisnis apaan yg mau kita kerjakan. Kita berhak dong untuk menentukan, uang kita yg banyak ini mau kita taruh di jenis bisnis apa. Apakah bisnis waralaba macam KFC atau superindo, atau mau kita mau tanam saham di perusahaan batu bara, atau malah kita kerja sama dengan pemilik lahan jati misalnya. Intinya, kita berhak untuk memilih siapakah yg akan menjadi partner bisnis kita.

Maka ini berlaku juga di bisnis oriflame ini. Karena ini adalah bisnis dengan manusia, pastinya calon prospekan mencari upline yg paling cocok dengan dirinya.
Lho, trus kenapa juga tanya2nya ke kita, trus joinnya dengan orang lain? Kenapa gak langsung ke si orang yg akhirnya dia pilih jadi upline itu?

Banyak kemungkinannya..
1. Bisa jadi, dia memang sudah diajakin sama si A, dijelaskan sistem, tapi dia pengen cross check ttg penjelasannya ke orang lain, yg kebetulan yg dipilih adalah kita.. huihihihihi
At the end, setelah dia mendapatkan semua jawaban yg dia butuhkan, dia akan balik ke A dan join dengan si A
2. Bisa jadi, dia memang mau join dengan kita setelah kita ajak dan jelaskan panjang lebar ttg sistem. Tapi mendadak ada si A yg mengajak dia untuk join dan kebetulan hubungan calon prospek kita ini lebih dekat dengan si A. Atas dasar gak enak hati sama A, dia memilih untuk join dengan A.
3. Bisa jadi, dia memang mau join sama kita, tapi pembawaan kita mungkin kurang simpatik dan kurang menyenangkan? sehingga dia memilih untuk join dengan orang lain yg menurutnya 'orangnya lebih asyik' daripada kita.
4. Bisa jadi, dia justru memang ingin join dengan si A, tapi pengen ngetes duluan kemampuan kita akan ngejelasin sistem.
5. Bisa jadi, karena ngeliat kita udah sukses duluan, dia merasa iri kali.. *suudzon dosa nihhihihihi..* lalu merasa ingin bersaing, pas diajakin dan dijelasin iya2 dan senyum2 aja, tapi lalu join dengan orang lain.
6. Bisa jadi, memang udah niat dari awal pengen join sama si A, tapi apa daya si A kurang bisa jelasin sistem, makanya dia tanya2 sama kita. Setelah mudeng akhirnya join dengan si A.
7. Bisa jadi, dia memang terlalu gengsi untuk jadi downline kita, karena merasa dia mampu untuk berbuat lebih baik dari kita, makanya memilih untuk join dengan orang lain.
8. Bisa jadi, dia melihat si A lebih bersemangat dalam menjalankan bisnis oriflame ini dibandingkan kita, makanya dia lebih memilih si A.

Ini baru sebagian yg aku bisa simpulkan dari cerita2 para downline-ku. Masih banyak alasan2 lain sebenernya.
Nah, lalu bagaimana kita menyikapi hal ini kalau terjadi terhadap kita?
Aku pribadi memilih untuk tidak menjadikannya hal yg perlu dibesar2kan. Karena kembali ke prinsip bahwa siapapun berhak untuk memilih upline yg menurutnya paling cocok untuk diajak kerja sama. Belum pernah aku kesel kalo calon prospekan tau2 join dengan jaringan orang lain.. :-)
Dan aku selalu berprinsip, orang2 yg gak jadi join di jaringanku, memang orang2 yg mungkin nggak cocok untuk diajak kerja sama dengan kita. Mana tau di kemudian hari kita mendapati ternyata dia terlalu banyak ngeluh, terlalu banyak alasan dalam ngejalanin bisnis ini, ternyata cuma semangat di awal2 trus mati perlahan-lahan di bisnis ini, atau memang bukan calon leader yg bisa diandalkan, daan hal2 lainnya.

Ibarat frekuensi, kalo sinyalnya klop, bakalan nyambung and ketemu.. mungkin dia beda frekuensi.. hihihihi
Dan yg paling penting sih, dia memang kurang berutung untuk bisa mendapatkan upline seperti kita.. huihihhhihi
*pede 7 juta* ---> sesuai bonus bulanan.. ho ho ho

Jadiii, gak usah khawatir ya temans, kalau kalian juga pernah mengalami hal2 seperti yg dikeluhkan beberapa downline-ku itu.
Percaya deh, hilang satu datang satu juta!



gambar nyomot dari sini

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar